Internal Servis

Perawatan berkala kendaraan dengan interval 10.000 km tentu menjadi poin lebih bagi konsumen. Tapi apakah interval ini masih masuk toleransi mengingat parahnya kemacetan lalu lintas? Dan apakah acuan jarak tempuh masih bisa diberlakukan dalam kondisi ekstrem?

Harus pintar memilih skala prioritas kebutuhan agar dapat berhemat, perawatan kendaraan pun perlu disiasati. Bila tidak, niat untuk berhemat akan berujung

pada petaka. Agar tak salah bertindak, interval servis pemilik kendaraan patut menjadi perhatian. Komponen apa saja yang saling bersinggungan saat kendaraan terjebak kemacetan?

Oli Mesin
Oli mesin sebagai pelumas komponen bergerak mengalami beban berat ketika kendaraan berada dalam kondisi ‘stop and go’. Gesekan antar-komponen bergerak dalam kondisi ini begitu berat dan memerlukan pelumas yang selalu dalam kondisi optimal. Alhasil, jarak tempuh tak mampu lagi menjadi acuan dalam penggantian oli mesin.

Sebagai gambaran, dengan jarak tempuh yang sama setiap harinya, waktu tempuh pemilik kendaraan bisa meningkat hingga 1,5 hingga 3 kali lipat lebih lama jika melewati kawasan macet parah. Tak heran bila patokan engine running patut menjadi pertimbangan untuk menentukan interval penggantian oli mesin.

Mengingat waktu kerja kendaraaan yang meningkat dari semestinya. Ada baiknya memangkas waktu penggantian oli sekitar 25% dari jarak tempuh yang direkomendasikan. Terutama bagi kendaraan lawas, yang pelepasan panas pada cooling system-nya tak seoptimal mobil baru..

Namun setiap ATPM pasti telah melakukan riset mendalam terhadap penggunaan pelumas untuk kendaraan yang dijualnya. Dan sebenarnya, oli mesin yang direkomendasikan ATPM, memiliki kemampuan yang jauh di atas batas rekomendasi perawatan berkala – yang dalam hal ini 10.000 km.

Menurut Teddy Irawan, Deputy Director PT Nissan Motor Indonesia (NMI). “Penurunan performa pelumas akibat kemacetan yang parah tak serta merta mengubah kebijaksanaan ATPM dalam menentukan waktu servis kendaraan. Selain berskala nasional, kemacetan lalul lintas masih masuk ke dalam batas toleransi penggunaan oli mesin.”

Filter Udara
Perannya sebagai penyaring debu membuat filter udara menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas oli di dalam mesin. Bila tak mendapat perhatian, debu kotoran dapat menyusup masuk ke dalam ruang bakar.

Apalagi dalam kondisi macet, debu jalan dapat dengan mudah terisap masuk ke dalam mesin. Efeknya tentu penimbunan kerak di katup dan ruang bakar dapat dengan mudah terjadi.

Tumpukan karbon tersebut akan membuat penurunan performa oli dalam melumasi. Ikatan karbon yang ditangkap oli dapat menurunkan kualitas dari fungsinya sebagai pelumas. Jadi waktu penggantian oli mesin wajib dipercepat dari semestinya.

Filter Oli
Bila ikatan karbon di dalam oli meningkat, tentu fungsi filter oli akan mendapat efek serupa. Fungsinya sebagai penyaring kotoran akan menjadi lebih singkat.
Tak heran bila penggantian saringan oli menjadi menu wajib ketika oli mesin diganti. Bila diabaikan, kerja pompa oli kian berat akibat sumbatan yang terjadi pada filter oli - meski pada filter oli dilengkapi katup by-pass.

Oli Transmisi Otomatis
Tak hanya oli mesin, oli transmisi otomatis pun perlu mendapat perhatian. Perilaku mengemudi wajib diubah. Bila sebelumnya, pengemudi dapat mempertahankan tuas transmisi di posisi D (Drive) saat berhenti di kemacetan, sebaiknya segera diubah pada posisi N (Netral). Hal ini akan meringankan beban komponen di dalam trasmisi dan oli lebih mudah didinginkan.

Kopling Dan Rem

Kondisi ‘stop and go’  juga menjadi siksaan berat bagi kopling di kendaraan. Fungsinya sebagai penyalur tenaga mesin ke roda akan bekerja ekstra. Gejala selip saat pedal kopling diangkat perlahan akan membuat kampas pelat kopling cepat terkikis.

Kondisi serupa juga dialami kampas rem. Sebaiknya, pengemudi rajin menggunakan rem parkir atau tidak menginjak pedal rem dalam waktu lama. Sebab hal ini akan menyebabkan pelepasan panas pada cakram menjadi tidak merata. Dampaknya, cakram akan mudah bergelombang.

Langkah Preventif

1. Periksa Jumlah Oli
Dengan memanfaatkan dipstick,  pemilik kendaraan wajib memantau jumlah oli setiap 2-3 minggu sekali. Pastikan jumlahnya masih dalam batas toleransi atau berada di
antara batas upper dan lower.

Terbatasnya pasokan udara segar di ruang mesin akibat udara di sekeliling kendaraan yang panas dapat membuat tingkat penguapan oli mesin kian meninggi. Apalagi bagi kendaraan lawas dan cooling system tidak berkerja optimal.

2. Cek Air Aki
Lama dalam kondisi idle,  mewajibkan aki selalu dalam kondisi prima. Kerja electric fan serta blower AC, kerap menyedot pasokan listrik di dalam aki. Selain memastikan kondisi alternator, ketinggian air aki juga wajib dipantau. Berikut dengan kondisi kutup positif dan negatif.

3. Kebersihan Filter Udara
Dampaknya terhadap penurunan kualitas oli dan konsumsi bbm membuat pemilik kendaraan perlu membersihkan saringan udara lebih sering. Apalagi bila kendaraan kerap melewati jalan berdebu. Jadi, membersihkan saringan udara tak lagi mengandalkan waktu servis saja. Segera ganti bila filter udara telah menghitam.

4. Sistem Pendingin Mesin
Selain memperhatikan jumlah air radiator di reservoir tank, kebersihan dan kondisi kisi-kisi kondensor AC dan radiator wajib dibenahi. Bila tidak, proses pelepasan panas akan terganggu dan berdampak banyak pada performa kendaraan secara keseluruhan.

5. Bersihkan Busi
Komponen pemantik di ruang bakar ini pun terkena imbas dari kecenderungan rendahnya putaran mesin. Dalam kondisi idle,  kemampuan pemercik bunga api
atau koil pun tidak sebesar saat putaran mesin sedang atau tinggi. Alhasil, pembakaran tidak sempurna pun mudah terjadi dan berakibat tumpukan karbon di sekitar busi.

Tak ada salahnya membersihkan busi secara berkala atau sekitar dua minggu sekali di saat week end, agar performa busi selalu optimal. Ganti bila elektroda busi sudah membulat.

Sumber: Autobild
Penulis : Dhany Ekasaputra


 

Klaim Asuransi Mobil

Dapatkan layanan Pick UP Mobil free dan rasakan kenyamanan dalam klaim dan berasuransi . Klaim Asuransi Mobil

Sponsor Anda

Who's Online

We have 13 guests online

Agen Asuransi Mobil Online

Feel free to get in touch with us!
 
M. Hadi WN. ST.
Qualified Insurance Practitioner
Hp.           0814 11 11 0799 - 0851 051 8899
Direct:     021 – 2227 3104
email:      hwn at asuransikendaraan.net