Kemenlu: Konsorsium Asuransi TKI Perlu Format Baru Print E-mail
Thursday, 21 June 2012 03:28

Oleh: Charles Maruli Siahaan
ekonomi - Selasa, 19 Juni 2012 | 19:58 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Banyaknya masalah klaim asuransi TKI yang bermasalah membuat Kementerian Luar Negeri menyarankan diperlukan format baru untuk konsorsium asuransi TKI.
Hal ini disampaikan Tatang Budie Utama Razak, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Ditjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri dalam RDPU dengan Komisi IX DPR, Selasa (19/6/2012). "Kalau sudah berpuluh tahun terus bermasalah, perlu dicari format baru untuk konsorsium asuransi TKI ini," ujarnya.
Dia mengusulkan agar ada satu lembaga saja semacam Jamsostek yang bertugas untuk mengumpulkan premi asuransi para TKI. Sehingga kalau terjadi klaim asuransi dari TKI, lembaga tersebut lah yang menyelesaikannya," jelasnya.
Jadi, lanjutnya, sepanjang masih ada konsorsium TKI, berdasarkan pengalaman Kemenlu, sulit untuk bisa merealisasikannya. Hal ini berdasarkan fakta bahwa 21.921 TKI yang ditangani konsorsium asuransi, hampir tidak pernah menggunakan uang asuransi tapi dana APBN. "Karena kalau kita tanyakan ke konsorsium asuransi, seringkali mereka saling lempar untuk pembayaran klaimnya," katanya.
Selain itu Perwakilan konsorsium di luar negeri (Perwalu) juga tidak kredibel. Artinya, tidak ada niat dari pihak konsorsium untuk membuka Perwalu dengan alasan biaya yang mahal. Dia juga membantah tudingan KBRI mempersulit konsorsium untuk buka perwakilan. "KBRI setuju tapi harus buka kantir di luar KBRI. Itu memang sudah diatur dalam konferensi Wina, di mana pihak ketiga dilarang untuk melakukan aksi komersial di KBRI," tegasnya.

Dia juga menuturkan para TKI ini tidak pernah tahu bahwa mereka diasuransikan mengingat mereka tidak pernah memegang polis asuransinya. Perwalu Asuransi Kurang Kredibel Tangani Kasus TKI di LN.
Perwakilan asuransi di luar negeri (Perwalu) memiliki mitra kerja yang kurang kredibel dalam menangani kasus-kasus TKI di luar negeri. "Ini yang membuat sulitnya para TKI untuk mencairkan klaim asuransinya di luar negeri." ujarnya.
Dia menuturkan aktivitas Perwalu yang telah dibuka di Kuala Lumpur misalnya, sejak 2011 dilaporkan stagnan. "Tidak ada laporan kepada perwakilan mengenai perpanjangan KPA dan klaim yang telah dicairkan," ungkapnya.
Menurut fakta, lanjutnya, tidak semua TKI memiliki asuransi yang masih berlaku. Selain itu, tidak semua kasus TKI mengandung unsur risiko yang masuk dalam kategori insurable berdasarkan Permenakertrans. Kasus-kasus yang sifatnya sangat khusus, peran pemerintah lebih dominan dalam memberikan perlindungan TKI di luar negeri. Contohnya, repatriasi TKI Suriah dan penanganan kasus TKI di luar negeri yang terancam hukuman mati.
Adapun Konsorsium Proteksi TKI dari Januari- Desember 2011 telah mencatat produksi sebesar Rp184,66 miliar dari 729.834 TKI. [hid]

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1873889/kemenlu-konsorsium-asuransi-tki-perlu-format-baru

 

Klaim Asuransi Mobil

Dapatkan layanan Pick UP Mobil free dan rasakan kenyamanan dalam klaim dan berasuransi . Klaim Asuransi Mobil

Sponsor Anda

Who's Online

We have 16 guests online

Agen Asuransi Mobil Online

Feel free to get in touch with us!
 
M. Hadi WN. ST.
Qualified Insurance Practitioner
Hp.           0814 11 11 0799 - 0851 051 8899
Direct:     021 – 2227 3104
email:      hwn at asuransikendaraan.net